Internet sebagai lapangan pekerjaan baru (3)

June 28, 2008 by Eko Prasetyo  
Filed under General

Jadi gimana nih temen-temen? Setelah membaca tulisan ku kemarin sudah mendapat inspirasi, ide atau gagasan untuk memulai menjadikan Internet sebagai lapangan pekerjaan baru kamu? Jika belum memulai karena masih ragu untuk memilih jalan yang tiba-tiba bercabang maka akan aku tuliskan kisah nyata dari teman, guru, dan inspiratorku bernama Yudhi Arie Baskoro yang memang menjadi pokok dari postingan bersambung ini.

Penulis buku 365 Trik Registry Windows XP ini dulunya bekerja sebagai Chief Accounting di sebuah SMK Perhotelan di kota Bandar Lampung. Walaupun sibuk dengan kegiatannya itu dia masih saja meluangkan waktu untuk aktif menuls di Ilmu Komputer, Lite Review dan beberapa blog lainnya serta menjadi webmaster di Warta Kasih. Trus apa hubungannya dengan Knowledge Economy? Keberhasilan dalam mengolah pengetahuannya menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi (Knowledge Economy) itu telah membuat dia kehilangan pekerjaan sebagai Chief Accounting. Iya, kini dia telah berhasil menjadi seorang pengangguran.

Yaaah….Sad Ending dong jadinya?:( Siapa bilang sudah ending ceritanya belum selesai tau. Jadi sekarang ini walaupun telah menjadi pengangguran tapi masuk dalam kategori pengangguran sukses (baca: bekerja dirumah sebagai Netpreneurs). Keahliannya dalam menguasai ilmu SEO telah meyakinkannya untuk berhenti bekerja sebagai Chief Accounting. SEO telah menjadi suatu Industri Kreatif yang baru saat ini. Untuk menguasai ilmu SEO memerlukan suatu perpaduan antara pengetahuan, kreatifitas dan pengalaman. Hingga membuat  SEO menjadi suatu teknik seni pemasaran di Internet, tanpa pemasaran kapan produk kita akan terjual.

Dan targetnya untuk tahun ini adalah memenangkan SEO World Cup yang berlangsung tanggal 1 Juni sampai 31 Agustus 2008. Kompetisi tingkat dunia ini diselenggarakan oleh Busbywebsolutions.com, dengan tema Busby SEO Challenge. Walaupun baru pertama kali mengikuti kompetisi seperti ini, weblognya yang diberi title Busby SEO Challenge sukses berada di papan atas klasemen sementara. Bahkan beberapa hari yang lalu sempat mencapai peringkat teratas. Jika akhir bulan Agustus nanti dia menang tidak tanggung-tanggung US$ 5000 akan masuk ke rekening banknya.

Jadi suatu Knowledge Economy itu menurutku tidak harus diterapkan secara langsung melulu. Sesekali menggunakan pengetahuan yang kita miliki untuk mengikuti lomba lomba berhadiah juga perlu dilakukan. Apalagi jika kita menang, bukan tidak mungkin secara tidak sengaja kita telah mengangkat segala sesuatu di belakang kita (misal: keluarga, daerah tempat tinggal, hingga bangsa dan negara). Oiya dan kabar baiknya pekerjaan yang dia tinggalkan tersebut telah menjadi lapangan pekerjaan bagi yang orang lain yang ada disekitarnya tersebut. Oiya dan kabar baiknya disini adalah pekerjaan yang dia tinggalkan tersebut telah menjadi lapangan pekerjaan bagi yang orang lain yang menganggur sebelumnya.

Demikian sedikit ulasan mengenai Internet sebagai lapangan pekerjaan baru. Semoga yang sedikit tersebut dapat memberikan suatu manfaat buat temen-temen. Terima kasih telah menyimak.

- Aku ikut “Kontes Blog” Menulis Artikel di Fahry.com -

Internet sebagai lapangan pekerjaan baru (2)

June 20, 2008 by Eko Prasetyo  
Filed under General

Untuk melangkah maju tataplah apa yang ada didepanmu, dan tataplah apa yang ada dibelakangmu jika kamu ingin melangkah mundur.

Kebiasaan, orang bijak berkata “Bisa itu karena biasa”. Yups setuju banget karena hal itu memang benar terjadi padaku. Seperti yang ku katakan di postingan yang lalu bahwa saat ini aku sedang bekerja dan menghabiskan waktu sehari hari di sebuah warnet di pinggir kota Yogyakarta. Padahal jelas banget ini bertolak belakang dengan latar belakang pendidikanku. Aku dulu sekolah di SMK Pancasila 1 Wonogiri jurusan Teknik Mesin Perkakas dan lolos lulus ujian di tahun 2006. Mengenai kabupaten yang terletak di ujung tenggara Propinsi Jawa Tengah ini, walaupun kata orang-orang Wonogiri sukses membangun Waduk Gajah Mungkur hingga menjadikan Sokoharjo Makmur bukan kota besar alhamdulillah disana aku udah bisa menikmati manfaat dari Internet. Ya di SMK tersebut pertama kalinya aku dan sebagian besar teman-temanku mendapat sedikit pengetahuan / les tentang Internet walaupun hanya satu jam tiap minggu itu sangat berarti dan aku sangat menyukai hal itu. Dari situ juga aku pertama kali tersesat ke halaman yang dibuat oleh penipu atau spammer yang memberikan iming-iming penghasilan dollar lewat Internet.

Kadang-kadang sewaktu aku download / upload file hingga mencapai kecepatan 50-100 KB/s dari warnet tempat ku bekerja ini aku sering tersenyum sendiri aku membayangkan dan bertanya dalam hati mengapa dulu hanya 1 jam tiap minggu ditambah akses internetnya yang sangat lambat? Jawabannya sudah bisa dipastikan karena hanya terdapat 1 Lab Komputer berisi 20 unit untuk sekolah kejuruan yang mempunyai anak didik sejumlah lebih dari 1000 siswa dan juga ditahun 2005/2006 tersebut koneksi Internet masih sangat mahal.

Kemarin aku chatting via YM dengan temen ku. Katanya kalau akses internet sekolah tersebut saat ini sudah menggunakan Speedy bukan wireless lagi. Sebuah kabar yang membuat ku ikut gembira karena layanan Speedy yang terkenal murah tapi mewah tersebut bisa masuk ke Kabupaten Wonogiri. Apalagi layanan Speedy tersebut dapat memberikan diskon untuk sebuah instansi. Semoga dengan datangnya layanan dari Speedy ini didukung juga dengan penambahan unit komputernya oleh pihak yayasan ataupun pihak pihak terkait yang bersedia membantu.

Melangkahlah, maka kamu tidak akan berdiri ditempat itu untuk selamanya.

Kembali ke topik paragraf pertama, awal mula aku bekerja di warnet bukan karena masalah karena aku tidak ada pilihan lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikanku. Bahkan sebelum aku pindah ke warnet ini aku sudah mempunyai pekerjaan di sebuah bengkel las ternama di Wonogiri yaitu Bengkel Las Warsito yang berlokasi di timur BRI Wonogiri cabang Wonoboyo (pripun kabaripun pak Warsito tasih sehat kemawon?) dengan gaji yang lebih dari 2 kali lipat dari gaji yang ditawarkan untuk bekerja di warnet ku sekarang ini. Tapi mengapa aku memilih untuk keluar dari pekerjaan di bengkel las hanya untuk bekerja di warnet yang jika dipandang sekilas tidak ada harapan sukses di dalamnya itu?

Keluar dari pekerjaanku waktu itu adalah sebuah spekulasi yang menurutku terbesar dalam hidupku yang pernah ku lakukan. Alasan pertama adalah karena sebuah kegemaran atau hobi. Inilah yang menurutku spekulasi terbesar aku, mengorbankan masa depanku hanya untuk sebuah hobi atau kepuasan pribadiku mengoperasikan sebuah komputer. Alasan kedua sudah aku singgung pada posting sebelumnya yaitu kurangnya SDM Indonesia dibidang Teknologi Informasi. Di desa tempat tinggalku yaitu Kedungsono belum ada satupun yang berprofesi di bidang IT dan aku melihat itu adalah suatu kesempatan emas yang terbuka lebar. Walaupun pada saat itu aku tidak tahu apa itu sebenarnya dunia IT tapi hal ini membuatku benar-benar termotivasi untuk melakukan sesuatu hal positif yang berbeda dari orang lain disekitarku.

Menurutku kemampuan atau potensi diri seseorang biasanya timbul karena ketidaksengajaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh yang gampang kita lihat Friendster. Siapa seh yang gak tau Friendster? Apalagi setelah beberapa waktu yang lalu orang nomer satu di Indonesia saat ini yaitu Bapak Presiden RI diketahui telah didaftarkan oleh seseorang yang gak bertanggung jawab untuk menjadi member situs Social Networking Service. Walaupun bagi sebaian orang itu menjadi masalah besar kita tidak perlu membahas hal itu karena hanya akan membuang space di Web Hosting ku. Kem…ba…li…. ke Lap….top!!!, untuk mempercantik tampilan halaman friendster itu saja kita sudah mulai balajar banyak hal antara lain, Cascading Style Sheets (CSS), HyperText Markup Language (HTML) dan Editing gambar (untuk background). Malah terkadang ada yang disisipi lagu, musik, animasi dan video editan sendiri serta tidak sedikit juga menyisipi suatu bahasa pemrograman yang disebut Javascript di halaman orang lain dengan tujuan untuk menjaili pemilik halaman tersebut.

Jika kamu bertanya bagaimana mungkin kemampuan mengolah tampilan Friendster dapat menjadikan seseorang kaya? Akan aku jelaskan sedikit disini. Dalam keseharian ku bekerja di warnet, tidak sedikit pelajar SMP maupun SLTA bahkan mahasiswa seperti Badi (nama samaran) bertanya ke teman bernama Budi (nama samaran juga) bagaimana mengedit halaman Friendster yang keren selayaknya seperti punya Budi itu. Budi pun sesekali tidak segan-segan untuk meminta uang bayaran untuk itu. Dan kejadian itu terus terulang setiap kali halaman Friendster Budi bertambah keren. Sebagai seorang operator sebuah warnet pada awalnya aku melakukan juga apa yang dilakukan Budi diatas. Dan hal itu dapat menambah penghasilan pribadiku serta membuat Bos Besar senang karena warnetnya bertambah banyak pengunjungnya.

Apakah aku puas sampai disitu? Tidak, hal itu semakin memotivasiku untuk mencari pengetahuan yang lebih banyak lagi di bidang pencarian uang tambahan dari Internet ini khususnya Web Development. Mulai dari Chatting, bergabung menjadi member suatu forum hingga blogwalking. Setiap ada waktu luang selalu kumanfaatkan. Hingga pada suatu hari datang seorang langganan datang menghampiriku dan bertanya. “Mas, menawi damel website niku pripun?” (Ind: Mas, kalau membuat website itu gimana caranya?) Mulai bersemi nih keliatannya tanaman yang ku tanam selama ini, bisik ku dalam hati. Walaupun saat itu aku belum mahir karena aku yakin jika aku mampu melakukannya maka dengan sedikit amil nafas aku pun menjawab: “Kalau bapak berkenan Saya bisa kok membuatkan untuk Bapak”. Kurang lebih begitulah awal mula aku bisa masuk dunia Web Development.

Jadi dalam proses pencarian potensi diri kita sebenarnya sudah memiliki hal tersebut tanpa kita sadari. Hanya saja untuk perlu suatu kegigihan, kesabaran dan keberanian untuk menunjukan potensi diri kita itu berguna dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

- Aku ikut “Kontes Blog” Menulis Artikel di Fahry.com -

Internet sebagai lapangan pekerjaan baru

June 19, 2008 by Eko Prasetyo  
Filed under General

Internet seperti yang kita ketahui bukan suatu hal yang baru. Dari yang namanya berita, hiburan, pengetahuan, teman hingga suatu yang disebut-sebut oleh sebagian orang adalah segala-galanya, Uang. Tak ada uang tak ada barang kata mereka. Mencari uang di Internet adalah suatu yang dianggap mustahil di sebagian orang awam. Tapi jika dilakukan secara bener dan tepat itu bukanlah suatu yang mustahil. Sebagai contoh kecil, akhir-akhir ini sering diadakan seminar-seminar yang bertema tidak jauh dari Mencari Uang Secara Online, Jurusan Teknik Informatika dipilih sebagai pilhan utama oleh kebanyakan calon mahasiswa baru. Semakin hari banyak orang haus akan informasi dan tidak mungkin ini berbanding terbalik dengan perlunya banyak Sumber Daya Manusia (SDM) disana.

Kenapa harus memilih Internet? Di Indonesia saat ini saja banyak sekali baik perorangan maupun perusahaan yang kualahan menyelesaikan pekerjaan yang datang ke mereka yang tentunya berhubungan dengan Internet. Sehingga mau tak mau mereka harus melempar atau menolak pekerjaan yang datang tersebut ke orang lain. Dan yang sangat disayangkan disini pekerjaan tersebut dilempar atau diserahkan ke negeri tetangga. Padahal di Indonesia sendiri saja masih banyak teman teman yang menganggur karena salah satu alasannya adalah tidak sanggup menerima pekerjaan itu karena memang bukan bidang mereka. Dan hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia saja tetapi di negara negara berkembang lainnya.

Apa saja pekerjaan yang dimaksud diatas? Banyak sekali dari web programming, web design, web administrator, post writing, translation, dan lain lain. Itu semua bukanlah pekerjaan yang sangat sulit dilakukan. Dengan sedikit ketekunan dan kemauan untuk belajar bukan suatu yang tidak mungkin. Apapun latar belakang pendidikan anda bukan menjadi penghalang disini. Apalagi pekerjaan di Internet ini adalah suatu pekerjaan yang mengedepankan kualitas dari hasil kerja anda. Memang untuk suatu permulaan untuk dapat memperoleh kesempatan tersebut akan tetapi saya yakin kamu bisa melewati hal kecil tersebut karena aku pernah melakukannya.

Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang? Sampai kapan pun jika kamu meminta ikan pasti tidak pernah dikasih, tapi untuk meminta kail aku yakin semua orang akan memberikannya. Untuk itu disini saya memberikan pilihan sebagai langkah awal yaitu jika kamu mampu silahkan kuliah atau kursus dijalur tersebut akan tetapi jika kamu tidak mampu silahkan bekerja di tempat yang bisa memberikan kamu akses internet secara gratis sebagai operator warnet misalnya. Seperti yang saya lakukan saat ini.

Yups semoga sedikit yang dapat saya sampaikan tersebut dapat menambah semangat kamu dan juga memberikan jalan sedikit arah tujuan. Semoga sukses dalam menempuh karir.

- Aku ikut “Kontes Blog” Menulis Artikel di Fahry.com -