Internet sebagai lapangan pekerjaan baru (2)

June 20, 2008 by Eko Prasetyo  
Filed under General

Untuk melangkah maju tataplah apa yang ada didepanmu, dan tataplah apa yang ada dibelakangmu jika kamu ingin melangkah mundur.

Kebiasaan, orang bijak berkata “Bisa itu karena biasa”. Yups setuju banget karena hal itu memang benar terjadi padaku. Seperti yang ku katakan di postingan yang lalu bahwa saat ini aku sedang bekerja dan menghabiskan waktu sehari hari di sebuah warnet di pinggir kota Yogyakarta. Padahal jelas banget ini bertolak belakang dengan latar belakang pendidikanku. Aku dulu sekolah di SMK Pancasila 1 Wonogiri jurusan Teknik Mesin Perkakas dan lolos lulus ujian di tahun 2006. Mengenai kabupaten yang terletak di ujung tenggara Propinsi Jawa Tengah ini, walaupun kata orang-orang Wonogiri sukses membangun Waduk Gajah Mungkur hingga menjadikan Sokoharjo Makmur bukan kota besar alhamdulillah disana aku udah bisa menikmati manfaat dari Internet. Ya di SMK tersebut pertama kalinya aku dan sebagian besar teman-temanku mendapat sedikit pengetahuan / les tentang Internet walaupun hanya satu jam tiap minggu itu sangat berarti dan aku sangat menyukai hal itu. Dari situ juga aku pertama kali tersesat ke halaman yang dibuat oleh penipu atau spammer yang memberikan iming-iming penghasilan dollar lewat Internet.

Kadang-kadang sewaktu aku download / upload file hingga mencapai kecepatan 50-100 KB/s dari warnet tempat ku bekerja ini aku sering tersenyum sendiri aku membayangkan dan bertanya dalam hati mengapa dulu hanya 1 jam tiap minggu ditambah akses internetnya yang sangat lambat? Jawabannya sudah bisa dipastikan karena hanya terdapat 1 Lab Komputer berisi 20 unit untuk sekolah kejuruan yang mempunyai anak didik sejumlah lebih dari 1000 siswa dan juga ditahun 2005/2006 tersebut koneksi Internet masih sangat mahal.

Kemarin aku chatting via YM dengan temen ku. Katanya kalau akses internet sekolah tersebut saat ini sudah menggunakan Speedy bukan wireless lagi. Sebuah kabar yang membuat ku ikut gembira karena layanan Speedy yang terkenal murah tapi mewah tersebut bisa masuk ke Kabupaten Wonogiri. Apalagi layanan Speedy tersebut dapat memberikan diskon untuk sebuah instansi. Semoga dengan datangnya layanan dari Speedy ini didukung juga dengan penambahan unit komputernya oleh pihak yayasan ataupun pihak pihak terkait yang bersedia membantu.

Melangkahlah, maka kamu tidak akan berdiri ditempat itu untuk selamanya.

Kembali ke topik paragraf pertama, awal mula aku bekerja di warnet bukan karena masalah karena aku tidak ada pilihan lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikanku. Bahkan sebelum aku pindah ke warnet ini aku sudah mempunyai pekerjaan di sebuah bengkel las ternama di Wonogiri yaitu Bengkel Las Warsito yang berlokasi di timur BRI Wonogiri cabang Wonoboyo (pripun kabaripun pak Warsito tasih sehat kemawon?) dengan gaji yang lebih dari 2 kali lipat dari gaji yang ditawarkan untuk bekerja di warnet ku sekarang ini. Tapi mengapa aku memilih untuk keluar dari pekerjaan di bengkel las hanya untuk bekerja di warnet yang jika dipandang sekilas tidak ada harapan sukses di dalamnya itu?

Keluar dari pekerjaanku waktu itu adalah sebuah spekulasi yang menurutku terbesar dalam hidupku yang pernah ku lakukan. Alasan pertama adalah karena sebuah kegemaran atau hobi. Inilah yang menurutku spekulasi terbesar aku, mengorbankan masa depanku hanya untuk sebuah hobi atau kepuasan pribadiku mengoperasikan sebuah komputer. Alasan kedua sudah aku singgung pada posting sebelumnya yaitu kurangnya SDM Indonesia dibidang Teknologi Informasi. Di desa tempat tinggalku yaitu Kedungsono belum ada satupun yang berprofesi di bidang IT dan aku melihat itu adalah suatu kesempatan emas yang terbuka lebar. Walaupun pada saat itu aku tidak tahu apa itu sebenarnya dunia IT tapi hal ini membuatku benar-benar termotivasi untuk melakukan sesuatu hal positif yang berbeda dari orang lain disekitarku.

Menurutku kemampuan atau potensi diri seseorang biasanya timbul karena ketidaksengajaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh yang gampang kita lihat Friendster. Siapa seh yang gak tau Friendster? Apalagi setelah beberapa waktu yang lalu orang nomer satu di Indonesia saat ini yaitu Bapak Presiden RI diketahui telah didaftarkan oleh seseorang yang gak bertanggung jawab untuk menjadi member situs Social Networking Service. Walaupun bagi sebaian orang itu menjadi masalah besar kita tidak perlu membahas hal itu karena hanya akan membuang space di Web Hosting ku. Kem…ba…li…. ke Lap….top!!!, untuk mempercantik tampilan halaman friendster itu saja kita sudah mulai balajar banyak hal antara lain, Cascading Style Sheets (CSS), HyperText Markup Language (HTML) dan Editing gambar (untuk background). Malah terkadang ada yang disisipi lagu, musik, animasi dan video editan sendiri serta tidak sedikit juga menyisipi suatu bahasa pemrograman yang disebut Javascript di halaman orang lain dengan tujuan untuk menjaili pemilik halaman tersebut.

Jika kamu bertanya bagaimana mungkin kemampuan mengolah tampilan Friendster dapat menjadikan seseorang kaya? Akan aku jelaskan sedikit disini. Dalam keseharian ku bekerja di warnet, tidak sedikit pelajar SMP maupun SLTA bahkan mahasiswa seperti Badi (nama samaran) bertanya ke teman bernama Budi (nama samaran juga) bagaimana mengedit halaman Friendster yang keren selayaknya seperti punya Budi itu. Budi pun sesekali tidak segan-segan untuk meminta uang bayaran untuk itu. Dan kejadian itu terus terulang setiap kali halaman Friendster Budi bertambah keren. Sebagai seorang operator sebuah warnet pada awalnya aku melakukan juga apa yang dilakukan Budi diatas. Dan hal itu dapat menambah penghasilan pribadiku serta membuat Bos Besar senang karena warnetnya bertambah banyak pengunjungnya.

Apakah aku puas sampai disitu? Tidak, hal itu semakin memotivasiku untuk mencari pengetahuan yang lebih banyak lagi di bidang pencarian uang tambahan dari Internet ini khususnya Web Development. Mulai dari Chatting, bergabung menjadi member suatu forum hingga blogwalking. Setiap ada waktu luang selalu kumanfaatkan. Hingga pada suatu hari datang seorang langganan datang menghampiriku dan bertanya. “Mas, menawi damel website niku pripun?” (Ind: Mas, kalau membuat website itu gimana caranya?) Mulai bersemi nih keliatannya tanaman yang ku tanam selama ini, bisik ku dalam hati. Walaupun saat itu aku belum mahir karena aku yakin jika aku mampu melakukannya maka dengan sedikit amil nafas aku pun menjawab: “Kalau bapak berkenan Saya bisa kok membuatkan untuk Bapak”. Kurang lebih begitulah awal mula aku bisa masuk dunia Web Development.

Jadi dalam proses pencarian potensi diri kita sebenarnya sudah memiliki hal tersebut tanpa kita sadari. Hanya saja untuk perlu suatu kegigihan, kesabaran dan keberanian untuk menunjukan potensi diri kita itu berguna dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

- Aku ikut “Kontes Blog” Menulis Artikel di Fahry.com -

Share and Enjoy:
  • Google
  • YahooMyWeb
  • Technorati
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Live
  • StumbleUpon
  • Sphinn
  • Mixx
  • IndianPad
  • Blogosphere News

Comments

3 Responses to “Internet sebagai lapangan pekerjaan baru (2)”

  1. wongindonesi@ on June 20th, 2008 11:54 am

    OK aku juga setuju brow, teruskan perjuangan mu MATI SATU BESOK BUAT LAGI, “SALAM SUKSES DARI JAUH”

  2. Eko Pasetyo on June 21st, 2008 4:50 am

    Dari jauh ngendi mas…mas…? Lawong podho2 wong wonogiri wae lho koq ndadak ngomong nek dari jauh.:D Oiya katanya mau buat blog juga. Tak tunggu lho, biar bisa tukeran backlink. Jangan lupa lho tulisanku diatas belum selesai alias bersambung a.k.a to be continued. Dadi sesuk mampir meneh yo.

  3. yanto on October 17th, 2008 7:18 am

    metur suwon mas eko salam kenal saking kulo yanto wonoboyo masoko pripon cara nipon damel blog bokyaao kulo dipon weruhi matur nuwon

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!